Perjalanan Cita-Citaku
Sejak kecil aku selalu punya mimpi yang berubah-ubah seiring bertambahnya usiaku.
Waktu TK, aku sering melihat pesawat terbang di langit. Bagiku, pesawat itu sangat keren dan penuh keajaiban. Aku pun bercita-cita menjadi pramugari, karena aku ingin bisa terbang keliling dunia, mengenakan seragam yang rapi, dan melayani para penumpang dengan senyuman.
Saat masuk SD, mimpiku berubah. Aku mulai suka bernyanyi di depan keluargaku. Aku juga sering menirukan gaya para penyanyi di televisi. Dari situlah muncul keinginanku untuk menjadi seorang penyanyi. Tak hanya itu, aku juga bercita-cita menjadi model, karena aku suka berjalan di depan kaca, berpose, dan mengenakan pakaian yang indah. Rasanya menyenangkan bisa dilihat banyak orang dan tampil percaya diri.
Namun, ketika aku sudah SMP, cita-citaku kembali berubah. Aku menemukan kesenangan baru: memasak. Aku suka membantu orang tua di dapur, mencoba resep sederhana, bahkan berkreasi dengan masakan sendiri. Aku merasa senang ketika orang lain menikmati masakanku. Dari situlah aku bercita-cita menjadi seorang koki, agar bisa memasak berbagai macam hidangan lezat dan membuka restoran suatu hari nanti.
Perjalanan cita-citaku dari kecil hingga SMP mengajarkanku bahwa mimpi bisa berubah-ubah. Setiap pengalaman baru membawa inspirasi dan semangat berbeda.
 |
Usaha Meraih Cita-Cita
Sekarang aku sudah duduk di bangku SMK. Setelah melalui berbagai perubahan cita-cita sejak TK hingga SMP, akhirnya aku semakin mantap ingin menjadi seorang koki profesional. Aku merasa dunia kuliner adalah tempat di mana aku bisa menyalurkan kreativitas dan kegemaranku.
Waktu aku daftar SMK tidak masuk jurusan kuliner tetapi malah jurusan rpl,bagiku itu tidak menghalangi mimpi ingin menjadi koki.Karena masih ada kesempatan seperti kursus masak dan kuliah.Jadi saya belajar dengan giat agar lulus dengan nilai yang bagus dan sangat baik.
Aku sering mencoba resep baru dari internet atau buku masakan, lalu memberikannya kepada keluarga untuk dicicipi. Dari komentar mereka, aku belajar bagaimana meningkatkan rasa dan tampilan hidangan.
Tidak hanya itu, aku berusaha menambah pengetahuan dengan menonton video kuliner, membaca kisah para chef terkenal, serta mencari tahu peluang kerja di bidang ini. Aku tahu bahwa menjadi koki hebat tidak bisa instan, perlu kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang terus-menerus.
Kini aku yakin, dengan usaha, doa, dan dukungan keluarga, langkahku menuju cita-cita semakin dekat. Aku ingin suatu hari nanti bisa membuka restoran sendiri, menyajikan masakan yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga membahagiakan orang yang menikmatinya.
Cita-citaku Terwujud
Setelah lulus, aku melanjutkan pendidikan di bidang kuliner, sambil bekerja paruh waktu di sebuah restoran. Dari situ, aku mendapatkan banyak pengalaman baru, bertemu dengan chef profesional, dan semakin mencintai dunia masak-memasak.
Perlahan-lahan, mimpiku benar-benar menjadi kenyataan. Aku berhasil menjadi seorang koki profesional. Setiap hari aku berada di dapur, berkreasi dengan berbagai resep, mencoba memadukan bumbu tradisional dengan sentuhan modern, hingga menciptakan hidangan khas yang menjadi favorit banyak orang.
Tidak hanya memasak, aku juga belajar bagaimana memimpin tim di dapur, menjaga kualitas makanan, dan menghadapi berbagai tantangan. Rasa lelah tentu ada, tetapi setiap kali melihat orang tersenyum menikmati masakanku, semua rasa letih itu hilang begitu saja.
Beberapa tahun kemudian, aku memberanikan diri untuk membuka restoran sendiri. Restoran itu aku desain dengan suasana yang hangat dan nyaman. Menu andalanku terinspirasi dari masakan yang dulu sering kubuat saat masih berlatih di rumah. Banyak orang datang, bukan hanya karena rasa masakannya yang lezat, tetapi juga karena mereka merasakan cinta dan ketulusan dalam setiap hidangan.
Kini, aku merasa bangga karena cita-cita yang dulu hanya mimpi sejak di bangku SMP dan SMK, akhirnya terwujud. Perjalananku mengajarkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama kita mau berusaha, belajar, dan tidak mudah menyerah.
Aku pun berjanji akan terus mengembangkan diri, agar mimpiku tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa membawa kebahagiaan bagi lebih banyak orang melalui masakan yang kubuat. 
|
terhitung 109 kata, masih bisa ditambah
BalasHapus